Bernapas mengubah volume rongga dada kita.  Paru-paru “tersiap” ke dinding dada dalam, sehingga saat rongga dada mengembang, paru-paru juga ikut membesar.  Kekuatan utama untuk mengembangkan dada terletak pada diafragma dan otot interkostal.  Di saat istirahat, diafragma lebih banyak berperan dalam tugas tersebut, sebanyak 0,5 liter udara – volume tidal – masuk dan keluar bersamaan pada setiap napas (12-17 kali permenit).  Frekuensi dan volume udara yang dihirup meningkat secara otomatis jika tubuh memerlukan lebih banyak oksigen, saat olahraga misalnya.  Menghirup napas kuat dapat menarik tambahan oksigen sebanyak 2 liter, dan hembusan napas kuat membuang jumlah yang kurang lebih sama, sehingga perpindahan udara keseluruhan, atau kapasitas vital, lebih dari 4,5 liter pada orang dewasa sehat.  Frekuensi napas dapat tiga kali lebih cepat dari saat istirahat, menghasilkan pertukaran udara yang 20 kali lebih besar.

MENGHIRUP NAPAS

Diafragma berkontraksi dan bentuk kubahnya hilang serta tulang rusuk bergerak naik dank e depan bagaikan “tangan yang mengangkat gagang ember” untuk mengangkat sternum (tulang dada).

MEMBUANG NAPAS

Diafragma tidak berkontraksi dan paru-paru yang elastis kembali ke ukuran semula, memungkinkan sternum dan tulang rusuk kembali turun dan masuk ke dalam.

TEKANAN NEGATIF

Saat volume paru-paru meningkat, tekanan udara didalamnya menurun.  Tekanan atmosfer di luar tubuh sekarang lebih tinggi sehingga udara ditarik masuk ke saluran udara dan paru-paru dengan kata lain, udara “dihisap” masuk.

TEKANAN POSITIF

Saat volume paru-paru berkurang waktu penghembusan napas, udara ditekan sehingga tekanan udara meningkat si dalam paru-paru.  Dengan demikian udara didorong kembali ke saluran udara, dan keluar melalui hidung dan mulut.