Sel yang membentuk lapisan epitelium biasanya digolongkan sesuai bentuk mereka.  Karena sebagian besar epitelium, disebabkan letak mereka, sering terkena gesekan, dan kekuatan fisik lain, mereka membelah secara cepat untuk mengganti diri mereka sendiri.

Pipih (Skuamosa)

Sel menyerupai piring atau mendatar, lebih lebar dan tidak dalam, menyerupai lantai ubin; inti sel tipis.  Ciri Khas: Sel dapat berdifusi selektif, atau permeabel selektif, yang memungkinkan zat tertentu lewat, karena lapisan yang tipis.

Kubus (Kuboid)

Sel berbentuk kubus atau kotak, kadang heksagonal atau polygonal, inti sel biasanya berada di tengah-tengah sel.  Ciri Khas: Zat yang diserap dari satu sisi lapisan dapat diubah saat mereka melewati sitoplasma sel kuboid, sebelum meninggalkan sel.

Silindris

Sel tinggi, kurus, sering bujur sangkar, persegi panjang, atau polygonal; inti sel besar, ovaldekat dasar sel.  Ciri Khas: Sel melindungi dan memisahkan jaringan lain; dapat disertai sila di puncaknya untuk menggerakkan cairan di luar sel atau mikrovilus untuk penyerapan.

Kelenjar (Glandular)

Sel epitelium diubah untuk fungsi sekresi, biasanya sel kuboid atau silindris dengan granul penghasil secret atau vakuola.  Ciri Khas: Lapisan sel ini dapat melipat ke dalam untuk membentuk lubang, kantong, lekukan, atau saluran, seperti pada kelenjar keringat.